Mendengar Suara Tuhan (Part 2 )


Bahan Peka / Cell Group                            
Mendengar Suara Tuhan (Part 2 )

Bahan Renungan : Yesaya 50 : 4
Setiap pagi ia mempertajam pendengaranKu untuk mendengar seperti seorang murid .                     
Renungan                                                 
            Allah rindu untuk kita duduk diam dibawah kaki-Nya dan mulai mendengarkan dia berkata – kata baik . Tuhan rindu untuk bersekutu dengan kita . setiap pagi , Tuhan rindu untuk mendengar seruan kita . dalam mempersembahkan doa – doa kita , kita harus berkomunikasi dengan Tuhan dan mau mendengar suara Tuhan ( Maz 5 : 4 )
            Untuk mulai belajar mendengar suara Tuhan , kita harus terlebih dahulu mengetahui cara Tuhan berbicara kepada kita . ada 2 ( dua ) macam cara Tuhan berbicara kepada kita yaitu :
1.       Secara natural
-          Lewat pikiran ; terlintas dalam pikiran firman Tuhan
-          Lewat kotbah hamba Tuhan
-          Lewat pembacaan yang sedang kit abaca ; firman Tuhan, traktat, buku – buku rohani.
-          Lewat peristiwa – peristiwa yang sedang terjadi .
-          Lewat hati nurani
-          Lewat mimpi
2.       Lewat supranatural
-          Lewat nubuatan
-          Lewat penglihatan
-          Lewat suara yang kedengaran ( audible voice )
-          Lewat kunjungan ilahi
Perbedaan antara suara Tuhan , suara manusia dan suara iblis .
Suara manusia : suara yang cenderung menyenangkan daging
Suara iblis : suara yang memanipulasi kebenaran firman Allah sehingga umat Allah tertipu.
Suara Tuhan : suara yang membangun iman dan tidak pernah keluar dari kebenaran firman Allah.
            Ketiga macam suara tersebut bias dibedakan apabila kita selalu tinggal dalam hadirat Allah .
Manfaat mendengar suara Tuhan :
1.       Meneguhkan dan menguatkan roh kita
2.       Membawa kelepasan dan suka cita dari penindasan iblis
3.       Mengajar kepada kita tentang Allah , sifat – sifat Allah dan jalan – jalanNya .
4.       Mengerti kehendak Allah dalam hidup kita .

Cirebon , 22 Maret 2005
By His Grace

Joshua Ivan Sudrajat . S













Komentar

Postingan Populer