Padang Gurun Berubah Menjadi Kebun Buah-buahan

Padang Gurun Berubah Menjadi Kebun Buah-buahan

Yesaya 43:19, “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”
 
Sesuatu yang baru (yaitu mujizat Tuhan) sedang Tuhan kerjakan hari-hari ini. Tuhan mencurahkan Roh-Nya ke atas kita secara luar biasa dan mujizat-mujizat Tuhan terjadi. Yoel 2:28, “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia,..”  Peristiwa itu terjadi sepuluh hari setelah Tuhan Yesus naik ke sorga dan pada saat itu 120 murid berkumpul di kamar loteng, di Yerusalem. Di situlah Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka, sehingga mereka penuh dengan Roh Kudus dan berbicara dengan bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh Kudus kepada mereka untuk mengatakannya. Kemudian Petrus berkata: “… itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël [penggenapan kitab nabi Yoel]:” (Kisah Para Rasul 2:14-16). Kemudian apa yang terjadi setelah peristiwa itu ? Injil kabar baik diberitakan di seluruh dunia dan terjadi kegerakan secara luar biasa. Tetapi setelah tahun 130 keadaan ini mulai berubah – Roh Kudus tetap dicurahkan tetapi dalam kelompok-kelompok yang kecil. Pada tahun 1901 pencurahan Roh Kudus terjadi di Kansas City. Tahun 1904 pencurahan Roh Kudus di Wales. Tahun 1906 pencurahan Roh Kudus di Azusa Street. Melalui pencurahan Roh Kudus di Azusa Street dan penyebarannya menghasilkan kegerakan Pantekosta Karismatika, yang merupakan penggenapan kedua (dimensi kedua) dari pencurahan Roh Kudus. Pencurahan Roh Kudus di kamar loteng merupakan dimensi pertama, pencurahan Roh Kudus di Azusa Street merupakan dimensi kedua yang dampaknya lebih besar lagi. Melalui pengurapan yang Tuhan berikan kepada Bapak Gembala pada “perayaan seratus tahun kegerakan Azusa Street”, Tuhan membukakan rahasia yang luar biasa yaitu hari-hari ini kita sedang memasuki dimensi ketiga dari pencurahan Roh Kudus. Hari-hari ini Roh Kudus sedang dicurahkan secara luar biasa dan Tuhan berkata kepada kita: “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” (Yesaya 43:19). Ketika Roh Kudus dicurahkan, maka mujizat-mujizat terjadi. Pada waktu 
Roh Kudus dicurahkan, maka menurut Yoel 2:28-32 akan terjadi:

1. Banyak orang akan bernubuat, mendapat mimpi dan penglihatan-penglihatan. Baik anak-anak kecil laki-laki – perempuan, teruna-teruna, orang-orang dewasa, hamba laki-laki dan perempuan. Peristiwa seperti ini sedang terjadi hari-hari ini, yang berarti hari-hari ini kita sedang melihat Roh Kudus dicurahkan secara luar biasa.

2. Tuhan akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi, darah dan api, dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita, bulan menjadi darah, yang berarti sesuatu yang menakutkan sedang terjadi, contohnya: peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia dan di Timur Tengah. Sehingga banyak orang yang mempertanyakan: “Apa yang sesungguhnya terjadi di Indonesia dan dunia?” Dan kita diingatkan bahwa semuanya itu terjadi karena Roh Kudus sedang dicurahkan di Indonesia dan dunia secara luar biasa.

3. Banyak orang yang berseru kepada nama Tuhan, dan mereka akan diselamatkan.Tuhan menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa menakutkan yang terjadi merupakan mujizat Tuhan, dengan maksud supaya orang bertobat. Banyak orang ketakutan melihat peristiwa-peristiwa yang menakutkan itu dan mulai berseru-seru kepada nama Tuhan. Dan mereka yang berseru-seru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

DIPENUHI DI DALAM SELURUH KEPENUHAN ALLAH

Di tahun 2006 ini Tuhan selalu menyuruh kita untuk berdoa seperti doa Rasul Paulus untuk jemaat di Efesus, “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Efesus 3:19b). Siapa nama Allah kita? Yesus. 2 Korintus 8:9 dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan Yesus yang kaya rela menjadi miskin – supaya kita yang miskin menjadi kaya. Jadi kalau kita dipenuhi dengan kepenuhan Tuhan Yesus sendiri, maka kita menjadi kaya. 

Semakin kita dipenuhi, maka kita semakin lama semakin kaya. Dan akhirnya kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah, maka kita menjadi sangat kaya di dalam segala hal. Apa yang akan terjadi kalau kita menjadi kaya di dalam segala hal ? Yaitu kaya di dalam kasih – kebajikan – kemurahan – kebaikan – marifat. Tuhan menyatakan: “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” (Hagai 2:9). Dan kita diberkati berlimpah-limpah secara ekonomi. Sehingga banyak orang akan melihat dan mempertanyakan: “Apa rahasianya?” Mereka akan datang kepada kita, dan inilah saatnya kita – Gereja Tuhan untuk bersaksi. Gereja Tuhan bersaksi artinya gereja mengabarkan kabar baik (menginjil). Penginjilan pasti disertai dengan mujizat, mujizat adalah kemenangan, tetapi sebelum kemenangan dicapai Peperangan Rohani harus dilakukan. Kita jangan takut, sebab kalau kita masuk di dalam Peperangan Rohani maka kita pasti keluar sebagai pemenang bahkan lebih dari pemenang. Kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah yaitu kepenuhan Tuhan Yesus sendiri. Hal itu terjadi kalau kita semakin berkurang dan Dia (Tuhan Yesus) semakin bertambah-tambah di dalam diri kita (Yohanes 3:30). Yang menjadi permasalahannya adalah untuk mengurangi keakuan kita tidaklah mudah, tetapi Tuhan mengerti caranya. Kadang-kadang kita diperhadapkan kepada suatu masalah yang sulit dan tekanan-tekanan – kita masuk di dalam lembah yang kelam. Semuanya itu Tuhan ijinkan terjadi supaya keakuan kita semakin berkurang, sehingga Dia (Tuhan Yesus) semakin bertambah-tambah memenuhi kita.

Tuhan menghendaki kita menjadi sangat kaya, karena kita dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan-Nya sendiri. Dan kita harus rela untuk dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan-Nya, karena itu merupakan rencana Tuhan buat kita. Kita bersukacita kalau Dia memenuhi kita dengan seluruh kepenuhan-Nya, sebab hari-hari ini Roh Kudus dicurahkan secara luar biasa dalam dimensi yang ketiga.

Kalau kita mengalami tekanan-tekanan dalam hidup ini, kita tetap percaya bahwa semuanya akan menjadi baik. Sebab Tuhan bermaksud untuk memenuhi kita di dalam seluruh kepenuhan-Nya sendiri.

TUHAN MENCURAHKAN ROH KUDUS-NYA

Yesaya 44:3-4, “Sebab Aku akan mencurahkan air [Roh Kudus] ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.” Supaya Roh Kudus dicurahkan secara luar biasa atas kita, maka hati kita harus menjadi tanah yang haus. Kalau kita haus akan hadirat Tuhan dan pencurahan Roh Kudus-Nya dalam hidup kita, maka kita akan mendapatkannya. Kita berdoa: “Tuhan, saya merasa kering, saya memerlukan Engkau.” Maka Tuhan akan memenuhi kerinduan kita akan hadirat Tuhan dan pencurahan Roh Kudus-Nya. Pada waktu Roh Kudus dicurahkan, maka yang terjadi adalah:

1. Pemulihan.
 

Hari-hari ini pemulihan sedang terjadi, yang lemah dikuatkan – yang miskin diperkaya – yang buta melihat – yang tuli mendengar – yang lumpuh berjalan.

2. Berkat.
 
Kita akan diberkati Tuhan. Pada tanggal 5 Januari 2006 seorang hamba Tuhan bernama Dutch Sheets ketika dia sedang mempersiapkan pelayanan di kota Dallas – tiba-tiba Tuhan berbicara kepadanya dan menyuruhnya menuliskan apa yang akan Dia kerjakan. Salah satu pernyataan Tuhan itu adalah: “Perpindahan kekayaan yang besar untuk anak-anak-Nya dimulai tahun 2006.”

3. Produktivitas dan Kreativitas yang tinggi.
 
Produktivitas dan kreativitas yang tinggi Tuhan berikan kepada anak-anak-Nya yang dipenuhi Roh Kudus. Dalam peristiwa pencurahan Roh Kudus di Azusa Street seorang hamba Tuhan yang dipakai adalah William J. Seymour dan istrinya Jennie Evans Moore. Ketika Roh Kudus dicurahkan di Bonnie Brae Street 214 – Los Angeles, Jennie mendapat baptisan Roh Kudus sehingga dia berbahasa roh, berbicara dalam 6 macam bahasa – dan secara tiba-tiba dia bisa memainkan alat musik (piano).

Hamba-hamba Tuhan yang besar seperti Benny Hinn, Billy Graham, dan lain-lain, masa kecil mereka penuh dengan kekurangan. Diantara mereka ada yang gagap – penakut – rendah diri, tetapi ketika mereka dipenuhi Roh Kudus maka produktivitas dan kreativitas mereka menjadi tinggi. Dan keajaiban Tuhan ini tidak hanya terjadi pada mereka saja, tetapi juga bagi kita.

Dan pernyataan Tuhan melalui Dutch Sheets adalah: “Tahun 2006 adalah tahun dimana Aku akan melepaskan kreativitas yang berkelimpahan (dalam bisnis, teknologi, penemuan-penemuan, lagu-lagu, ide-ide dan strategi-strategi).” Semuanya itu Tuhan berikan buat kita. Dan kita berdoa agar Tuhan melepaskan pemulihan – berkat – produktivitas dan kreativitas itu buat kita.

PADANG GURUN BERUBAH MENJADI KEBUN BUAH-BUAHAN

Yesaya 32:15-17, “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” Di tengah-tengah keadaan dunia yang seperti sekarang ini kalau ada damai sejahtera – ketenangan – dan ketentraman, maka hal itu merupakan mujizat Tuhan. Dan kita berdoa agar setiap kita mengalami damai sejahtera – ketenangan – dan ketentraman untuk selama-lamanya. Di sini Tuhan memberikan rahasia untuk mendapatkan damai sejahtera – ketenangan – dan ketentraman untuk selama-lamanya.

“Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah- buahan, …” (Yesaya 32:15). Sebelum kita menerima Roh Kudus – hati kita adalah padang gurun. Tetapi ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus dan Roh Kudus mulai memenuhi kita – kemudian Roh Kudus terus-menerus memenuhi kita dalam bobot yang lebih besar lagi, maka padang gurun akan berubah menjadi kebun buah-buahan. Kita yang sudah memiliki Roh Kudus dalam hati kita, maka hati kita yang tadinya padang gurun yang kering – gersang dan tidak ada kehidupan – seharusnya sudah berubah menjadi kebun buah-buahan. Kalau di padang gurun yang ada adalah keadilan, tetapi kalau sudah berubah menjadi kebun buah-buahan maka yang ada adalah kebenaran. Yang dimaksudkan keadilan adalah mata ganti mata – gigi ganti gigi, kalau dipukul pipi kanannya maka dibalas dengan memukul pipi kanannya juga. Inilah keadilan. Tetapi kalau kebun buah-buahan – karena Roh Kudus dicurahkan atas kita dan ada di dalam kita, maka kebenaran Tuhan Yesus menyatakan: “… Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil,” (Matius 5:39-41). Ini berbicara tentang sikap yang mengalah. Memang kalau kita bersikap seperti itu – maka akan dipandang sebagai orang bodoh, tetapi itulah kebenaran. Firman Tuhan menyatakan: “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” (Yesaya 32:17). Kalau kita masih memberlakukan padang gurun yaitu terus menuntut keadilan, maka itulah yang menyebabkan damai sejahtera – ketenangan – dan ketentraman menjauh dari kita. Tetapi di tengah-tengah dunia yang keadaannya seperti sekarang, mengalami damai sejahtera – ketenangan – dan ketentraman sungguh merupakan mujizat. Dan mujizat itu pasti terjadi. Hati kita yang seperti padang gurun jika dipenuhi dengan Roh Kudus akan berubah menjadi kebun buah-buahan. Hati kita yang sudah menjadi kebun buah-buahan itu kadang-kadang masih muncul lagi padang gurun di bagian-bagian tertentu. Tetapi mari kita berkata kepada Tuhan: “Tuhan, penuhi aku dengan Roh-Mu,” dan kita percaya padang gurun itu akan berubah lagi menjadi kebun buah-buahan dan kita melakukan kebenaran. Pada saat kita melakukan kebenaran, damai sejahtera – ketenangan – dan ketentraman untuk selama-lamanya akan terjadi di dalam hidup kita. Firman Tuhan menyatakan: “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” (Yesaya 48:18).

MENANTI-NANTIKAN MUJIZAT TUHAN

Kalau hari-hari ini kita sedang menanti-nantikan mujizat Tuhan, maka ada beberapa hal yang harus kita catat, yaitu:

1. Memastikan hubungan kita dengan Tuhan – juga hubungan kita dengan sesama beres. Pastikan bahwa kita tidak dendam dan sakit hati, sebab hal itu akan menghambat mujizat Tuhan terjadi dalam hidup kita.

2. Mencari kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan kita, karena Dialah yang memberikan iman kepada kita. Di dalam Alkitab dinyatakan bahwa Tuhan Yesus selalu menyembuhkan orang yang memiliki iman (Matius 9:2, Markus 2:5, Lukas 5:20), dan yang memberikan iman adalah Tuhan Yesus sendiri. Kita terus mencari wajah-Nya, supaya Tuhan Yesus yang memberikan iman itu membangkitkan iman kita. Tuhan Yesus berjanji bahwa Dialah yang akan menyembuhkan dan memulihkan kita.

3. Memenuhi kehidupan kita dengan Firman Tuhan.

4. Mengharapkan mujizat Tuhan, percaya akan kuasa dan kasih-Nya.

Hari-hari ini Healing Movement sedang terjadi dan kita melihat Tuhan menolong dalam berbagai hal, maka kitapun harus percaya bahwa kitalah yang pertama-tama ditolong Tuhan. Mari kita sungguh-sungguh bertobat dan berbalik dari segala kejahatan seperti di dalam 2 Tawarikh 7:13-14, “Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri [memulihkan keluarga – kehidupan – pekerjaan – pelayanan] mereka.”

Ringkasan khotbah:
Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo,
Minggu, 6 Agustus 2006 di Senayan.

Komentar

Postingan Populer