Be Strong In The Grace

Minggu, 28 Oktober 2012

Be Strong in The Grace

Petrus Agung


Tokoh-tokoh Alkitab yang mengalami transfers of wealth: Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Israel, Salomo, kita. Kali ini dibahas tentang Yusuf. Yusuf diutus Tuhan untuk memulai proses lahirnya sebuah bangsa.

Kej 39: 1-6, 20-23
Ay 1 – Dibawa ke Mesir = brought down to Egypt (KJV). Artinya secara manusia kehidupan Yusuf sedang dibawa menurun. Dua bangsa yang membawa Yusuf turun ke Mesir adalah Potifar (orang Mesir) dan orang Ismael.

Ay 2 – Kata "tetapi" di awal ayat menghapuskan semua kepedihan di ayat 1.
tinggallah ia di rumah tuannya” berarti sebelum saat itu Yusuf tidak tinggal di rumah tuannya. Proses Yusuf belajar di rumah tahapan melalui beberapa tahapan. Diawali tinggal di luar, hidup sebagai budak biasa, tidak diijinkan masuk rumah tuannya.

and he [ though a slave ] was a successful and prosperous man; (Gen 39: 2b, AMP)
Walaupun budak, Yusuf berhasil dan berkelimpahan. Kuncinya: Tuhan menyertai – Imanuel. Kemudian Yusuf dipercaya dan di bawa masuk ke rumah tuannya.

Ay 3 – Tuannya melihat penyertaan Tuhan pada Yusuf sehingga segala yang dikerjakannya berhasil.

apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1: 3b)

Ini janji Tuhan untuk kita, karena Dia sangat mengasihi kita.

Ay 4 – Yusuf naik jabatan jadi pelayan pribadi tuannya.

Hari-hari ini Tuhan cari orang-orang seperti Yusuf: diberi tanggung-jawab, tanpa dikontrol – kerjanya bagus dan maksimal. Sebaliknya sekarang ini banyak orang yang harus diawasi, baru pekerjaannya beres.
Kita tidak bisa jadi Yusuf akhir zaman jika kita tidak bisa dipercaya!

Seberapa besarpun anugrah kita terima, respon kita terhadap apa yang Tuhan beri kepada kita – menentukan langkah kita selanjutnya.

Abraham-Ishak-Yakub punya kualitas yang sama: bekerja maksimal tanpa diawasi majikan !
Artinya Tuhan tidak pernah salah beri anugrah dan favor-Nya kepada manusia

Ay 5b – Kemanapun Yusuf ada, selalu membawa berkat.
Ay 6 – Tuannya sudah tidak perlu mengatur apapun.
Jika kita bisa diberi kepercayaan seperti Yusuf, maka kepercayaan Tuhan kepada kita akan besar.

Potifar adalah kepala pasukan pengawal pribadi Firaun, dan memimpin pasukan paling elite di Mesir. Maka sebenarnya
privilege Yusuf luar biasa.

Ay 20 – Yusuf ditahan.
Ay 21 – Sekali lagi ayat ini diawali “tetapi”, artinya Tuhan bertindak cepat dan tidak menunda-nunda untuk menolong Yusuf, dan membuat Yusuf disayangi kepala penjara.

for the Lord was with him and made whatever he did to prosper. (Gen 39: 23b, AMP)

Yusuf mendapat
favor of God dan favor of man, kemurahan dari Tuhan dan manusia. Bentuknya dicintai ayahnya lebih dari saudara-saudaranya, diberi jubah maha-indah, dan Yusuf membalas favor Tuhan itu dengan menjadi orang yang bisa dipercayai ayahnya.

Dari awal Tuhan rencanakan yang besar bagi Yusuf, dan beri
favor dari awal – dari rumah ayahnya.
Saat "lulus" dari proses di rumah bapaknya, Yusuf di "wisuda" saudara-saudaranya: jubahnya dirobek-robek saudara-saudaranya.

Lalu Yusuf masuk “kelas” berikutnya di Mesir – di rumah Potifar. Ternyata Yusuf buktikan dirinya bisa dipercayai, kerja dengan sangat baik, tidak malas, lakukan bagiannya. Maka Yusuf lulus dari "kelas" ini.
Kemurahan dan kemudahan Tuhan adalah modal ajaib dari Tuhan

“Lulus” dari rumah Potifar, “pendidikan” Yusuf berikutnya adalah penjara.

Ide penjara adalah tempat di mana seseorang tidak layak berhubungan dengan orang banyak, karena dia akan merugikan, melukai, membawa masalah bagi orang banyak.

Maka semua orang yang tidak bisa diatur, pengacau masyarakat, orang-orang liar dan ganas, semua masuk penjara, sama seperti Yusuf.

Yusuf bisa dipercayai karena terbukti bisa tangani/
handle orang-orang liar di penjara. Setelah kepala penjara melihat hal itu, maka barulah dia beri kepercayaan kepada Yusuf.

Setelah selesai dari "sekolah" ini, akhirnya Yusuf di "wisuda" dan diberi cincin kekuasaan Firaun dan mengendalikan seluruh negara.

Yusuf harus lewati semua itu karena mengatur sebuah negara tidak mudah.
Yusuf terbukti bisa mengendalikan orang-orang di atas dan di luar kekuasaannya.

Yusuf bisa mengendalikan kakak-kakaknya, mengendalikan rumah tangga seorang Jendral, dan mengendalikan orang-orang paling liar di dalam penjara. Maka dia tahu bagaimana mengendalikan seluruh negara.

Yang jadi masalah bukan berapa tahun Yusuf harus jalani proses, tapi bagaimana dia bisa dipercaya dalam semua proses yang dialami.

Seberapa kita bisa dianggap lulus mengerjakan apa yang Tuhan mau,
sebesar itulah kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi kita.
Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah,
bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. (1 Kor 4: 2)

Responi setiap anugrah Tuhan dengan tanggung jawab, sehingga kita terbukti bisa dipercaya !

Seringkali kemudahan memanjakan kita dan buat kita terlena. Padahal dalam setiap kemudahan harus ada respon: tanggung jawab.

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat;
karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,
bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu
baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. (Fil 2: 12-13)

Kita telah terima keselamatan, dan itu anugrah Tuhan, bukan usaha kita. Tapi kita tetap harus kerjakan keselamatan itu!

Pengertian kata “kerjakanlah” :
  1. To do from which that something result – mengerjakan sesuatu dan apa yang dikerjakan itu menghasilkan sesuatu. Yusuf terima kemudahan dan kemurahan, diresponi dengan membuktikan bahwa dia bisa dipercaya. Orang yang terima anugrah besar, kerjanya banyak.
  2. To make gain by trading – menghasilkan keuntungan dengan berdagang. Maka semua yang Tuhan beri harus kita kelola, sehingga berkembang dan menghasilkan keuntungan. Anugrah yang paling kecil dari Tuhan, sudah lebih besar dari dunia. Iman sebesar biji sesawi sanggup memindahkan gunung. Contoh:
    1. Janda nabi yang berhutang, hanya punya minyak dalam buli-buli kecil.
    2. Elisa ke Sarfat, ada janda yang punya segenggam tepung, akhirnya dipelihara Tuhan.
    3. 5000 orang diberi makan dari 5 roti dan 2 ikan
  3. To produce – menghasilkan
  4. Carry out to the goal – membawa ke sasaran akhir

Sedikit atau banyak itu relatif, karena Tuhan bisa menolong dengan banyak maupun dengan sedikit
Anugrah Tuhan buat kita adalah modal dan dasar yang luar biasa! Kita harus kerjakan itu di dalam anugrah Tuhan, bukan karena kekuatan kita tetapi karena Tuhan yang mengerjakan di dalam kita.

So you, my son, be strong (strengthened inwardly) in the grace (spiritual blessing)
that is [ to be found only ] in Christ Jesus. (2 Tim 2: 1, AMP)

Strong dari kata Yunani dunamos (ἐνδυναμόω – G1743) = dinamit, dinamo, miraculous power , kuasa ledakan yang dahsyat.
Anugrah Tuhan memberikan dunamos dalam kehidupan kita.

Imam berpakaian lenan supaya tidak berkeringat. Tuhan tidak mau kita melayani Tuhan dengan "keringat" kita. Tapi begitu anugrahNya turun, kita akan berkeringat! Semakin besar anugrahNya, semakin kita akan berkeringat.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang,
dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia- sia.
Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;
tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Kor 15: 10)

Artinya ada kemungkinan Tuhan beri kasih-karunia kepada seseorang dan menjadi sia-sia.

Indonesia tidak maju, karena profetiknya salah: menanamnya mundur. Makan hasil penanaman mundur – jadinya susah untuk maju.

Responi anugrah yang Tuhan beri dengan kerja lebih baik.
Jangan biarkan anugrah yang Dia beri jadi sia-sia. Jadilah orang yang bisa Tuhan percayai !

Komentar

Postingan Populer