HARGA KESETIAAN DI HADAPAN TUHAN

HARGA KESETIAAN DI HADAPAN TUHAN

Althur Robertiga


"Sekarang kalau kamu taat kepada-Ku dan setia kepada perjanjian-Ku, kamu akan Kujadikan umat-Ku sendiri. Seluruh bumi adalah milik-Ku, tetapi kamu akan menjadi milik kesayangan-Ku." ( Keluaran 19 : 5 )

Shalom..

Tuhan memiliki rencana khusus bagi setiap orang, setiap institusi atau setiap bangsa. Tuhan ingin berbagi rencana itu dengan kita dan membantu kita memenuhi rencanaNya itu. Itu adalah panggilan kita.

Dalam firman-Nya Efesus 2:10 mengatakan : 

” Kita adalah ciptaan Allah, dan melalui Kristus Yesus, Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita."


Rencana Tuhan itu sudah dipersiapkan dan ditetapkan kepada kita sebelum Ia membentuk kita dalam kandungan Ibu kita. Rencana Tuhan itu adalah rencana kebaikan, suatu rancangan damai sejahtera, agar kita melakukan hal-hal yang baik.

Untuk melaksanakan rencana yang Tuhan telah persiapkan bagi kita, Tuhan meminta kita :

"Taat / Setia"


Setia dalam setiap perkara kepada-Nya, setia kepada perjanjian Tuhan dengan kita.
Kesetiaan kepada Tuhan merupakan kunci, syarat mutlak untuk membuka gudang berkat Tuhan.
Dalam setiap hubungan, kesetiaan merupakan syarat mutlak. Kalau kita membuat perjanjian dengan orang lain, dan kita tidak setia, maka hubungan itu sudah putus, hak-hak kita dalam perjanjian itu juga hilang. Begitu juga dalam hubungan dengan Tuhan. 

Tanpa kesetiaan kepada Tuhan, tanpa kesetiaan kepada perjanjian dengan Tuhan, maka tak ada ikatan hubungan dengan Tuhan, tak ada hak bagi kita untuk menerima berkat Tuhan, dan tak ada "kewajiban" bagi Tuhan untuk membantu kita.

Tuhan mengatakan: 

"Kalau kamu taat kepada-Ku dan setia kepada perjanjian-Ku, kamu akan Kujadikan umat-Ku sendiri. Seluruh bumi adalah milik-Ku, tetapi kamu akan menjadi milik kesayangan-Ku."

Kalau kita setia, kalau kita menjaga kesetiaan kita, menjaga loyalitas kita kepada hubungan atau perjanjian yang sudah kita ikrarkan dengan Tuhan, maka Tuhan menjadikan kita umatNya. Bukan sekedar umat yang biasa-biasa saja, bukan sekedar hubungan yang biasa-biasa saja, tetapi suatu hubungan yang sangat mesra, suatu hubungan yang sangat akrab, bagaikan Bapa dengan anaknya. 

Kita menjadi milik kesayangan Tuhan. Tuhan berkata bahwa meskipun ia memiliki seluruh dunia ini, tetapi kitalah yang paling disayanginya. Tak ada sesuatu dari seluruh ciptaan Tuhan ini yang memiliki derajat setinggi seperti orang-orang yang setia kepada Tuhan.

Begitu kita menjaga kesetiaan dan ketulusan di hadapan Tuhan, tetap teguh memegang perjanjian kita dengan Tuhan, maka seluruh alam semesta ini maupun unsur-unsur di surga disiapkan, dialokasikan atau diatur untuk pemenuhan kehendak Tuhan dalam diri kita, yaitu melakukan hal-hal yang baik.

Tuhan memiliki rencana bagi kita, tetapi rencana Tuhan ini memerlukan ketaatan, kesetiaan kita. Kesetiaan kita kepada Tuhan akan memberikan kita kekuatan untuk mengatasi rintangan kita, mengatasi persoalan-persoalan kita, bahkan memberikan kita sayap untuk terbang tinggi menggapai hal-hal yang diluar jangkauan kita sendiri.Bangsa Israel telah memberikan contoh ketika mereka setia dengan perintah Tuhan. Dalam cerita kejatuhan kota Yericho, Tuhan menyuruh mereka hanya berjalan mengelilingi kota Yericho dengan tembok pertahanan yang sangat kuat selama tujuh hari tanpa bersuara. Pada hari ketujuh mereka berjalan 7-kali dan pada kali ke-7 ketika mereka meniup terompet, rubuhlah tembok pertahanan kota yang sangat kuat tersebut.
Kunci sukses kita sebagai pribadi, sebagai institusi atau sebagai bangsa adalah setia kepada Tuhan. Setia kepada Firman Tuhan. Setialah, maka semuanya akan diberikan kepada kita.

MENGENAL KESETIAAN BAPA SURGAWI


Kesetiaan merupakan salah satu atribut Allah. Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Allah itu setia. Berikut ini adalah dua di antaranya :

"Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan." (Ulangan 7:9)

"Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia." (1 Kor 1:9)

Selain itu, Alkitab juga menyatakan bahwa kesetiaan Allah itu sangat besar. Kesetiaan-Nya tak pernah berakhir. Kesetiaan-Nya juga tak bergantung pada kesetiaan manusia.
Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. (Mzm 36:6)

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu (Ratapan 3:22-23)

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. (2 Tim 2:13)
Apakah yang dimaksud dengan “setia”..? 

Setia berarti dapat dipercaya. Allah itu setia. Artinya, Dia adalah Allah yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Dia senantiasa memegang dan menepati janji-Nya. Setiap firman yang diucapkan-Nya pasti digenapi. Karena itu, kita tak perlu ragu atau kuatir akan penggenapan janji Allah dalam hidup kita. Kita dapat dengan tenang bersandar kepada-Nya dan mempercayai kesetiaan-Nya yang tak pernah berakhir.
Kesetiaan Allah itu dinyatakan dengan berbagai cara, antara lain:

Pertama :

Kesetiaan Allah dinyatakan dengan memelihara janji-Nya. Dia tak pernah mengingkari janji-Nya dan selalu menepati setiap perkataan yang diucapkan-Nya. 


Kedua :

kesetiaan Allah dinyatakan dengan menjaga dan memelihara kita dari segala yang jahat. Dia tak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita. Sebaliknya, Dia akan senantiasa menyertai kita dan memberikan pertolongan kepada kita saat kita mengalami pencobaan atau kesusahan.

"Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat." (2 Tesalonika 3:3)

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13)

Ketiga :
Kesetiaan Allah dinyatakan dengan menyelamatkan umat-Nya dari kebinasaan.

Dalam Maszmur 98:3 dikatakan:

"Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita."


Keempat :
Kesetiaan Allah dinyatakan dengan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan. Dia juga menguduskan serta memelihara hidup kita agar hidup kita tak bercacat pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.


"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yoh 1:9)
"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya." 

(1 Tes 5:23-24)

Demikianlah, kesetiaan Allah nyata dalam segala hal yang dikerjakan-Nya. Bila kita sungguh-sungguh mengenal dan menyadari kesetiaan Allah, tentu kita akan dapat menjalani hidup kita dengan tenang. Kesetiaan Allah akan senantiasa menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kita saat pencobaan dan kesusahan datang. 

Kita dapat bersandar dan mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya, karena kita tahu bahwa Dia tak mungkin mencelakakan atau berlaku curang kepada kita.

Akhirnya, marilah kita membalas kesetiaan Allah itu dengan senantiasa berlaku setia di hadapan-Nya, setia dalam iman, setia dalam ketaatan, setia dalam kasih, dan setia dalam pengharapan kepada-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati

Komentar

Postingan Populer